Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Raden Abimanyu

Abimanyu

Abinamyu Baratayuda.eu.org
Abimanyu


Profil Abimanyu

 Raden Abimanyu mempunyai sifat yang lembut ,baik, jujur, betingkah laku baik, pemberani, bertanggung jawab, dan berhati teguh. Ia mendapatkan ilmu kebatinan dari sang kakek yaitu Begawan Abiyasa, sementara pendidikan militernya di dapatkan langsung dari sang ayah yaitu Arjuna.

Raden Abimanyu tinggal di Kesatriyan Plangkawati, yang ia dapatkan setelah mengalahkan Prabu Jayamurcita. Ia mempunyai dua orang istri :
- Siti Sundari, Putri Krishna dari kerajaan Dwarawati dengan permaisuri Dewi Pratiwi.
- Dewi Utari Putri kerajaan Wirata Prabu Matsyapti dengan dewi Yustisnawati.
Abimanyu merupakan kesayangan para dewa, ini terbukti sejak dia di dalam kandungan telah memperoleh "Wahyu" yang mampu mengetahu segala hal, wahyu tersebut adalah "Wahyu Hidayat".

Dalam sebuah kisah di ceritakan bahwa ia bertapa sangat khusyuk maka oleh para dewa dia di anugrahi "Wahyu Mahkota Raja" yaitu wahyu yang bisa mengantarkan keturunannya menjadi raja-raja di dunia.

Angka Wijaya adalah nama lain dari raden abimanyu, jaya Murcita, Partasuta, Jaka Penggalasan, Kiriyatmaja, Wirabatana, Wanudara, dan Sembadra Atmaja. Abimanyu merupakan anak dari Arjunadengan dewi Sembadra putri Prabu Basudewa dan dewi dewaki dari kerajaan Mandura.

Abimanyu mempunyai 13 (tigabelas) saudara yaitu:
  1. Sumitra
  2. Bratalaras
  3. Bambang Irawan
  4. Kumaladewa
  5. Kumalasakti
  6. Wisanggeni
  7. Wilugangga
  8. Endang Pregiwa
  9. Endang Pregiwati
  10. Prabakusuma
  11. Wijanarka
  12. Anantadewa
  13. Bambang Subada

Abimanyu dalam Baratayuda


 Abimanyu gugur pada hari ke 13 perang baratayuda, perang antara kura dan pandawa di medan kurusetra. pada saat kejadian hanya ada 3 orang ksatria pandawa yang ada di medan tempur yaitu Werkodara, Arjuna, dan Abimanyu.

Sementara Gatotkaca bertempur melawan karna yang sedang merentangkan senjata kuntawijaya, Werkodara dan Arjuna di pancing keluar medan pertemputan oleh para ksatria kurawa. Sehingga di medan laga pertempuran hanya tersisa Abimanyu dan hanya dia yang di andalkan dalam pertempuran tersebut.

Abimanyu maju sendirian di medan pertempuran karena terperangkap oleh taktik mematikan dari pihak kurawa, Para prajurit kurawa beseta punggawanya menghujani Abimanyu dengan senjata hingga ia terjatuh dari kuda tungganganya.

Abimanyu terlihat seperti landak karena berbagai senjata menancap di tubuhnya, dalam pewayangn di sebut "tatune arang krangjang" yang berati lukanya banyak sekali, kejadian itu merupakan akibat dari sumpahnya yang berbohong pada saat melamar Dewi Utari.

  Dia bersumpah bahwa dia masih bujangan, padahal saat itu ia telah beristri Siti Sundari. Abimanyu bersumpah bahwa jika dia berbohong maka dia akan mati di keroyok musuh dengan senjata menanacap di tubuh dengan penuh luka (tatune Arang Kranjang).

Walaupun dengan penuh luka Abimanyu tidak mudah menyerah karena dia adalah Senopati, sampai dia tidak sanggup untuk berjalan lagi. Meski demikian ia berhasil membunuh putra mahkota Hastina pura yaitu Lesmana Mandrakumara anak Duryudana dengan keris pulaanggeni.

Akhirnya kurawa mengutus Jayadarta untuk membunuh abimanyu, pada saat itulah jayadrata memutus langsang di dada abimanyu dengan gada Galih Asem, dan Abimanyu pun gugur di tangan Ksatria dari Banakeling Jayadrata.

1 comment for "Raden Abimanyu"

  1. Dalam Kisah pewayangan Jawa, dalam melakonkan suatu Kisah atau pun mencritakan seorang figure lebih lengkap Dan detail seperti dalam Cerita baratayudha Dan ramayana... Aku lebih suka wayang Jawa HIDUP WAYANG JAWA

    ReplyDelete