Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keturunan Pandawa setelah Baratayuda

 

Keturunan Pandawa
Kuturunan Pandawa

 

 Berikut ini adalah beberapa tokoh cucu keturunanan Pandawa setelah baratayuda usai, para Pandawa maupun cucu kerabat atau bahkan anak-anak Pandawa yang baru muncul pasca perang besar Baratayuda Jayabinangun beserta profil singkat mereka:

1. Pancakusuma. Pancakusuma adalah cucu dari Puntadewa dan Drupadi. Dia adalah putra dari Pancawala dan Dewi Pergiwati. Pancakusuma pernah memberontak kepada Parikesit karena terpengaruh bujukan dari Kertiwindu (anak Sengkuni) dan Dahnyang Suwela (anak Aswatama). Setelah menyadari kesalahannya dia kembali bersama saudara-saudara untuk mengabdi kepada Parikesit. Dia diberi kedudukan sebagai Adipati Amarta.

2. Sanga Sanga. Sanga Sanga adalah putra dari tangan kanan Prabu Kresna, Setyaki. Dia menjadi senopati senior Astina serta panutan bagi cucu-cucu Pandawa 

3. Arya Dwara. Arya Dwara adalah cucu Prabu Kresna. Tidak seperti Samba ayahnya yang bermulut besar tapi tidak sakti, Arya Dwara adalah tokoh yang sakti mandraguna dan rendah hati. Dia menjadi Patih Njaba (Luar) Astina 

4. Danurwenda. Danurwenda adalah putra dari Antareja. Sama seperti ayahnya dia juga mempunyai kulit ular yang kebal senjata. Ibunya bernama Dewi Ganggi. Putri dari Prabu Ganggapranawa, raja negeri Ganggapratala. Danurwenda mempunyai jabatan sebagai Patih Njero (Dalam) Astina. Pada versi Jogja, Danurwenda (Janurwenda) adalah putra dari Setyaka, putra Prabu Kresna 

5. Puspadenta. Puspadenta juga putra dari Antareja. Dia mempunyai perawakan tinggi besar seperti Werkudara, kakeknya. Dia juga seorang senopati Astina. Bagi penggemar wayang pasti tidak asing dengan nama ini. Ya, Gajah pusaka Mandura milik Baladewa juga bernama Puspadenta 

6. Nagapratala. Dia juga putra dari Antareja. Tokoh ini hanya ada di Gagrak Jogja.

7. Sasikirana/Kacawara. Dia merupakan putra dari Gatotkaca dan Dewi Pergiwa. Sasikirana dikenal pada gagarak Solo. Sementara gagrak Jogja mengenalnya dengan nama Kacawara. Dia merupakan panglima perang Astina. Sasikirana mewaridi pusaka milik Gatotkaca. Yaitu Rasukan Antrakusuma, Terompah Madukacerma, dan Caping Basunanda 

8. Jaya Sumpena. Jaya Sumpena merupakan putra Gatotkaca dan Dewi Sempaniwati. Dia juga salah satu senopati Astina 

9. Suryakaca. Suryakaca adalah putra Gatotkaca dan Dewi Suryawati 

10. Wesiaji. Wesiaji adalah putra Gatotkaca dan Dewi Galawati. Tidak seperti saudara-saudaranya, Wesiaji adalah tokoh yang berhati jahat. Dia menjadi raja di negara Pringgondani. Konon sewaktu Dewi Galawati hamil, roh Dursala (putra Dursasana yang dibunuh Gatotkaca) menitis ke dalam kandungannya. Pada versi lain dia adalah putra dari Brajadenta, salah satu pamannya Gatotkaca 

11. Jayasena/Jayengsena. Jayasena adalah putra dari Antasena. Tidak seperti ayahnya yang kurang baik dalam urusan berbahasa, Jayasena sangat halus dalam bertutur kata 

12. Wiratmaka. Wiratmaka adalah putra dari Bambang Irawan, anak dari Arjuna 

13. Wisangkara/Wisantara. Wisangkara adalah putra dari Wisanggeni 

14. Iman Subala. Subala adalah putra dari Udawa, Patih Dwarawati. Dia menjabat sebagai salah satu Tumenggung di Astina. Oh iya dia juga sedikit tuli 

15. Drestaka. Drestaka adalah putra dari ksatria yang berhasil membunuh Resi Durna, Drestajumena. Drestaka menjadi raja negeri Pancala 

16. Kertiwindu. Kertiwindu adalah putra angkat dari Patih Sengkuni. Dia sebenarnya putra dari Tirtanata/Jayadrata dan Dewi Dursilawati, satu-satunya Kurawa perempuan 

17. Suwela. Dahnyang Suwela adalah cucu dari Resi Durna. Dia merupakan putra dari Aswatama 

18. Sawarka. Sawarka adalah putra dari Setija Bomanarakasura, putra sulung Kresna (Batara Wisnu) dan Dewi Pertiwi. Dia merupakan raja negeri Trajutrisna

19. Parikesit. Parikesit atau raden Paripurna adalah putra dari Abimanyu dan Dewi Utari. Sejak bayi dia sudah digadang-gadang sebagai raja Astina. Pada awalnya Parikesit adalah orang yang sedikit manja dan tidak mempunyai kesaktian. Karena dia banyak mendengar celetukan bahwa dia bisa jadi putra mahkota hanya karena ayahnya adalah raja sesungguhnya Astina membuat Parikesit menjadi sedih. Dia akhirnya sadar dan menjalankan tapa serta laku prihatin. Akhirnya saat bertapa dia ditemui kakeknya, Janaka/Arjuna. Arjuna pun memberikan kesaktian serta beberapa pusaka termasuk panah Kyai Pasopati. Lalu Parikesit diperintahkan kembali ke Astina. Ternyata saat kembali, Astina sedang dilanda pemberontakan saudaranya sendiri yaitu Pancakusuma. Akhirnya Pancakusuma dapat dikalahkan. Parikesit akhirnya bisa menjadi raja Astina setelah Puntadewa menyerahkan tahta Astina kepadanya 

20. Suryakirana (Sasikirana Jogja). Suryakirana adalah putra Gatotkaca yang juga berwatak jahat. Dia juga ingin merebut tahta Astina dari tangan Parikesit. Suryakirana akhirnya tewas terkena anak panah yang terbuat dari bambu yang sudah diolesi racun oleh Semar 

21. Sidapaksa/Widapaksa. Widapaksa adalah putra dari Nakula dan Dewi Rukmawati. Dia menikah dengan putri dari Sadewa, Dewi Sri Tanjung. 

22. Sri Tanjung. Sri Tanjung adalah putri dari bungsu Pandawa, raden Sadewa. Awalnya Sri Tanjung bertugas untuk mencuri singgasana Astina atas perintah Prabu Wesiaji. Tetapi setelah mendengar penjelasan dari Punakawan akhirnya Sri Tanjung balik melawan Wesiaji serta membantu keponakannya untuk mengambil kembali singgasana Astina. Dewi Sri Tanjung kemudian menikah dengan Bambang Widapaksa 

23. Lesmanawati. Lesmanawati adalah putri dari Banowati. Ada versi yang mengatakan ayahnya adalah Duryudana. Versi lain mengatakan ayahnya adalah Arjuna. Lesmanawati lahir ketika Banowati sekarat karena Aswatama yang hendak membunuhnya. Walaupun kemudian Banowati akhirnya tewas tapi bayinya bisa diselamatkan. Lesmanawati kemudian di asuh oleh begawan Curiganata

Post a Comment for "Keturunan Pandawa setelah Baratayuda"