Pertarungan Antareja vs Gatotkaca

 Kisah Pertarungan Antareja dan Gatotkaca terjadi 2 kali, yaitu saat peristiwa Antareja Mbalelo dan lakon Sembadra larung. Antareja adalah nama salah satu tokoh pewayangan yang tidak terdapat dalam naskah Mahabharata karena merupakan ciptaan para pujangga Jawa. Antareja merupakan anak dari Bima dengan Putri Naga yang bernama Nagagini, dan mampu hidup di dalam tanah.

Sedangkan Gatotkaca adalah seorang tokoh dalam cerita Mahabharata, putra Bimasena (Bima) atau Wrekodara dari keluarga Pandawa. Ibunya bernama Hidimbi (Harimbi) dan berasal dari Bangsa Rakshasa. Gatotkaca dikisahkan memiliki kekuatan luar biasa.

Antareja vs Gatotkaca
Antareja vs Gatotkaca



Dikisahkan pada suatu waktu Dewi Sembadra (Istri Arjuna) sedang sendirian di Istana Madukara. Kemudian datanglah Burisrawa (salah seorang Kurawa) yang sangat mencintai Dewi Sembadra, lalu mengancam Dewi Sembadra untuk melayaninya. 

Namun tentu saja Dewi Sembadra menolak. Akhirnya Dewi Sembadra ditusuk keris oleh Burisrawa hingga meninggal. Ketika Arjuna datang, ia menemukan jika istrinya telah meninggal. Seluruh istana pun gempar, bahkan hingga ke seluruh Kerajaan Indraprastha. 

Para Pandawa mencari-cari siapa pembunuh Dewi Sembrada, namun tidak dapat diketahui. Maka dipanggilah penasehat para Pandawa, yakni Kresna. Menurut Kresna jenazah Dewi Sembadra sebaiknya dimasukan ke dalam perahu dan dihanyutkan di Sungai Gangga. 

Gatotkaca harus terbang di angkasa untuk mengawasinya, siapapun manusia yang mendekati perahu berisikan jenazah Dewi Sembadra, maka dialah pembunuh Sang Dewi. Diceritakan pada saat itu Antareja juga sedang mengembara di Sungai Gangga mendekati Indraprastha untuk mencari ayahandanya. 

Sambil menyelam ia mendekati perahu yang hanyut berisi jenazah Dewi Sembadra. Ia terkejut melihat isi perahu, ia merasa kasihan melihat seorang putri yang telah meninggal, Maka dengan kesaktiannya Dewi Sembadra pun berhasil dihidupkan kembali. 

Sementara di Angkasa Gatotkaca sedang terbang, ia melihat seorang ksatria berkulit bersisik mendekati perahu Dewi Sembadra. Tanpa berpikir panjang ia segera menerjang Antareja karena menduga Antareja adalah pembunuh Dewi Sembadra. 

Maka terjadi pertarungan yang sangat sengit antara Antareja dan Gatotkaca kedua sama-sama sakti, gatotkaca bisa terbang menukik dan Antareja bisa amblas ke bumi, pertarungan antara garuda dan naga.
Setelah sekian lama pertarungan tak ada yg menang dan kalah, akhirnya Batara Narada turun dan memberitahu bahwa kalau keduanya masih bersaudara.

Keduanya putera Werkudara, Oleh Antareja. wajah Dewi Wara Sembadra diperciki dengan air Prawitasari, Dengan kehendak Dewa, maka Dewi Wara Sembadara siuman kembali. Para keluarga senang melihat Dewi Wara Sembadra bangun kembali. 

Setelah siuman Dewi Wara Sembadra menceriterakan apa sebenarnya yang telah terjadi, hingga ia tewas. Antareja merasa geram, ia ingin membalas kejahatan Buriswara. Dengan bekal pusaka kakeknya, Aji Kawastrawam, Antasena berubah menjadi Dewi Wara Sembadra. 

Iapun pergi ke kediaman Buriswara di Kerajaan Bahlika.. Dewi Wara Sembadra palsu ingin membersihkan rambut gimbal Burisrawa yang penuh kutu. Buriswara senang sekali ketika Dewi Wara Sembadra memberi perhatian padanya.

Antareja
Antareja



Buriswara akan memberi hadiah kalau Dewi Wara Sembadra dapat kutu tiga, Buriswara dapat sotho, kalau dapat sembilan Buriswara dapat jotos, dari Dewi Wara Sembadra. Dewi Wara Sembadra palsu mendapat sembilan kutu, maka Dewi Wara Sembadra pun menjotos Buriswara, sehingga jatuh terlentang. 

Buriswara terkejut karena jotosannya seperti jotosan laki laki. Setelah melirik kebelakang tahulah kalau yang ada dibelakangnya bukan Dewi Wara Sembadra tetapi seorang laki laki yang mirip Gatutkaca.Maka terjadilah perkelahian antara Buriswara dan Antareja. 

Buriswara melarikan diri ketakutan, dan Antarejapun kembali ke Indraprasta. Antareja Kemudian menceritakankan segala sesuatunya pada ayahnya, Werkudara dan saudara – saudara Para Pandawa. Antareja bahagia bisa bertemu dengan ayah dan para Keluarga Pandawa.

0/Post a Review/Review