Batara Narada - Penasehat Kayangan

Narada baratayuda
Narada

 Batara Narada tinggal di kahyangan Siddi Udaludal atau Sudukpangudaludal (pedalangan Jawa) dan menikah dengan Dewi Wiyodi. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra, masing-masing bernama ; Dewi Kanekawati, yang kemudian dianugerahkan kepada Resi Seta, putra Prabu Matswapati, raja negara Wirata, dan Bathara Malangdewa. 

Batara Narada sangat sakti dan pernah bertapa di atas permukaan air samudra sambil menggenggam Cupu Linggamanik. Karena kesaktiaannya melebihi Batara Manikmaya, ia kemudian ditundukkan dengan Aji Kemayan, sehingga beralih rupa dan wujudnya menjadi pendek bulat dan berparas jelek. 

Sebagai imbalan, oleh Batara Manikmaya, Batara Narada diangkat menjadi tuwangga (= patih ) di Suralaya dan dituakan oleh Batara Manikmaya dengan sebutan “kakang/kakanda”. Batara Narada sangat dipatuhi/disuyudi (Jawa) oleh siapa saja yang bergaul dengannya, karena keramahannya. Ia sangat alim, pandai dalam segala ilmu pengetahuan, periang, jujur, hatinya bening, pikirannya cerdas, senang bersenda-gurau, seorang prajurit dan pandita, sehingga mendapat julukan Resi. 

Batara Narada sangat sakti dan pernah bertapa di atas permukaan air samudra sambil menggenggam Cupu Linggamanik. Karena kesaktiaannya melebihi Batara Manikmaya, ia kemudian ditundukkan dengan Aji Kemayan, sehingga beralih rupa dan wujudnya menjadi pendek bulat dan berparas jelek. 

Sebagai imbalan, oleh Batara Manikmaya, Batara Narada diangkat menjadi tuwangga (= patih ) di Suralaya dan dituakan oleh Batara Manikmaya dengan sebutan “kakang/kakanda”. BATARA NARADA dikenal pula dengan nama Batara Kanwakaputra atau Batara Kanekaputra. Ia adalah putra sulung dari empat bersaudara putra Batara Caturkanaka dengan Dewi Laksmi, yang berarti cucu Batara Wening, adik Batara Wenang. 

Tiga saudara kandungnya masing-masing bernama ; Batara Pitanjala, Dewi Tiksnawati dan Batara Caturwarna.

0/Post a Review/Review