Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kesaktian Raden Antareja

 

Kesaktian Antareja

 Raden Antareja adalah putra dari werkodara dan Dewi Nagagini Putri dari Sang Hyang Antaboga, dia adalah anak pertama dari werkodara. Lahir dari seoprang kstria sakti mandraguna dengan didikan sang kakek yang sakti pula menjadikan dia menjadi ksatria yang sangat hebat.

Sayangnya Antareja tidak ikut dalam perang baratayuda, di kerenakan dia dan ke dua Saudaranya di jadikan tumbal untuk kemengan pandawa. Untuk kesaktian Antareja jelas sudah tidak di ragukan lagi bahkan Werkodara sendiri tidak sanggup menghadapinya.

Kesaktian Raden Antareja Antara lain,.

1. Upas Anta

Ajian ini adalah pemberian sang kakek, Antaboga. Siapapun yang di jilat di bekas telepak kakinya pasti akan menui ajal, Upas anta terletak pada lidahnya Antareja.

2. Kulit Napakawaca.

Antareja juga mempunyai Kulit napakawaca yang berupa sisk naga dan kebal terhadap senjata apapun, Kulit napakawaca ini akan keluar dengan sendirinya jika dia dalam keadaan marah atau sedang dalam keadaan berbahaya.

3. Cincin Mustika Bumi.

Kehebatan dari cincin ini adalah menjauhkan kematian selama masih menyentuh bumi, dan dapat menghidupkan orang yang mati sebelum takdir kematiannya seperti dalam lakon sembadra larung. Cincin Mustika Bumi adalah Pusaka sakti pemberian Ibudanya Dewi Nagagini.

4. Berjalan dan hidup di dalam tanah.

Kesaktian lain dari anatareja adalah dia bisa hidup dan berjalan di bawah tanah seperti bangsa ular dan naga, sehingga musuh pun akan kebinggungan untuk mendeteksi keberadaannya.

5. Semburan Api Gelap Ngampar.

Antareja Juga bisa mengeluarkan semburan api yang sangat panas dan beracun dari mulutnya. Sehebat apapun ksatrianya tak akan sanggup menahan Semburan api Gelap Ngamparnya Antareja.

6. Ajian Kawastraman.

Antareja
Antareja


Ajian ini bisa melih rupa seperti apa yang di inginkan.

Itulah beberapa kesaktian yang di miliki Raden antareja sang kstria pilih tanding dari Pandawa, yang rela berkorban demi tegaknya dan kemengan para saudara Pandawa.

Post a Comment for "Kesaktian Raden Antareja"