Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Candi Muaro Jambi

 Candi Muaro Jambi adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di asia tenggara, dengan luas 3981 hektar yang merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu.




Kompleks percandian terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia, tepatnya di tepi Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi. Candi tersebut diperkirakan berasal dari abad ke- 7 - 12 M. Candi Muaro Jambi merupakan kompleks candi terbesar dan yang paling terawat di pulau Sumatra. 

Dan sejak tahun 2009 Kompleks Candi Muaro Jambi telah diajukan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia. Candi yang terletak di Danau Lamo, Maro Sebo, dan dekat dengan Sungai Batang Hari ini memiliki 82 reruntuhan bangunan kuno (menapo). 

Tidak hanya luasnya yang diperkirakan berukuran delapan kali Borobudur, komplek Candi Muarojambi disebut juga sebagai situs kota kuno di Sumatera. Kompleks percandian ini tersusun dari batu bata yang direkatkan tanpa menggunakan semen, melainkan memanfaatkan air dan matahari. material batu bata juga dipilih bukan tanpa alasan. Batu bata diibaratkan sebagai empat unsur, yaitu udara, air, api dan tanah yang dilebur menjadi satu.




Pada bagian-bagian bangunan candi dapat menunjukkan bahwa pada zaman dulu Candi Muarojambi ini pernah dijadikan sebagai salah satu pusat tempat peribadatan agama Budha Tantra Mahayana di Indonesia. 

Beberapa hasil temuan benda sejarah yang terdapat pada Candi Muarojambi, seperti hasil reruntuhan Stupa, Arca Gajah Singh, dan Arca Prajinaparamita, makin memper- kuat bukti sejarah bahwa candi ini dijadikan sebagai pusat kegiatan agama Budha. Agama Buddha Mahayana Tantrayana diduga menjadi agama mayoritas. 

Candi yang sudah mengalami pemugaran adalah Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano.

Post a Comment for "Candi Muaro Jambi"