Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Antasena Gugur

 Antasena Gugur, Antasena telah dididik ilmu kanuragan oleh sang kakek yaitu Sang Hyang Bethara Baruna. Karena itu tak heran bila kedigdayaannya sangat luar biasa. Dalam lakon apa saja, belum ada yang dapat mengalahkannya. 

Bahkan para dewa sekalipun bertekuk lutut mengakuki kehebatannya. Hanya Sang Hyang Wenang saja yang dapat menandingi kehebatannya. Ketika telah beranjak dewasa, Antasena berusaha mencari ayah kandungnya ke Amarta, yaitu Werkudara.


Antasena Gugur
Antasena


Namun rupanya saat itu Werkudara dan saudara-saudaranya sedang disekap oleh sekutu Kurawa yang bernama Ganggatrimuka, raja dasar samodra. Antasena berhasil menemukan para Pandawa dalam keadaan mati karena disekap di dalam penjara besi yang ditenggelamkan di laut. Dengan menggunakan Cupu Madusena pusaka pemberian kakeknya, Antasena berhasil menghidupkan Pandawa kembali. 

Ia juga berhasil menewaskan Ganggatrimuka. Antasena kemudian menikahi sepupunya yang bernama Janakawati, putri Arjuna sang Panengah Pandawa. Antasena mempunyai watak ugal-ugalan. Ia seorang ksatria yang tidak bisa basa (menggunakan bahasa Jawa halus) sehingga terkesan sebagai pemuda nakal yang tidak mengenal sopan santun. Setiap orang yang baru pertama kali bertemu dengannya akan menganggap Antasena sebagai orang sinting, gendheng, tidak waras, dan nakal. 

Bahkan saudaranya yang bernama Wisanggeni seringkali memanggil Antasena dengan panggilan, cah edan (orang gila). Namun sebenarnya Antasena adalah sosok ksatria yang waspada, banyak perhitungan, berbudi bawaleksana, mengasihi siapa saja, dan senantiasa menolong orang yang membutuhkan pertolongan. 

Dengan kehendak dewa, ia dapat mengetahui setiap peristiwa yang belum terjadi (ngerti sadurunging winarah). Perawakannya sedang namun tegap. Wajahnya pun tampan.

 Antasena mempunyai beberapa kesaktian, diantaranya; dapat masuk ke dalam bumi, ludahnya berbisa, dapat hidup di dalam air, dan mempunyai tanduk sakti. Siapa saja yang terkena Sungut/tanduknya akan meleleh dan mati seketika. Ia adalah pembesar dan penguasa para ikan-ikan di laut. 

Semua ikan takut kepadanya. Bahkan mereka tunduk dan patuh terhadap setiap perintah-perintahnya. Antasena juga pernah merebut negara Ngastina dari tangan Kurawa. Namun karena Pandawa tidak merestuinya, Antasena akhirnya mengembalikan kembali negara Ngastina ke tangan Prabu Duryudana. 

Menurut hemat para dewa, Antasena dapat menjadi penghalang bagi terselenggaranya perang agung Bharatayuda Jayabinangun. Karena itu Antasena harus dibinasakan terlebih dahulu. Namun karena tidak ada dewa yang dapat mengalahkan kadigdayan Antasena, Sang Hyang Wenang diminta untuk bersedia mencabut nyawa Antasena.




Akhirnya suatu hari, Antasena bersama Wisanggeni naik ke Kayangan dan menghadap Sang Hyang Wenang guna meminta keterangan seputar perang Bharatayuda. Sesampainya di kayangan, Sang Hyang Wenag berkata bahwa Pandawa dapat menang dalam Bharatayuda dengan syarat Wisanggeni dan Antasena bersedia dicabut nyawanya / mati/ moksa terlebih dahulu. yang di maksut Antasena Gugur di sini adalah moksa, tidak gugur dalam peperangan.

Antasena dan Wisanggeni tidak keberatan. Yang terpenting bagi mereka berdua adalah Pandawa dapat menang dalam Bharatayuda serta dapat hidup bahagia selama-lamanya.

2 comments for "Antasena Gugur"

  1. Kira 2 kalau Antasena melawan wisanggeni menang siapa ya?adakah kisah tersebut dalam pewayangan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau antasena melawan wisanggeni saya belum pernah dengar cerita tersebut, tapi saat kedua ksatriaAntasena dan Wisanggeni) ini menaklukan hastina pura saya pernah dengar. Dan para ksatria hastinapura tak sanggup melawan mereka berdua tetapi para pandawa datang dan mengembalikan hastina pura pada kurawa

      Delete