Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Makna dan Arti Wayang

 Makana dan arti wayang menurut Sunan Kalijaga adalah sebagai berikut :

WAYANG = Wayahe Sembahyang (Waktunya Beribadah)

Dikala itu orang blm mau untuk beribadah (Berbuat Kebaikan).

Makana dan arti wayang


Maka dibuatlah pertunjukan wayang untuk media Dakwah menyebarkan Islam. Karena memang Walisongo kala itu menyebarkan agama Islam tidak mau dgn menggunakan kekerasan, dan menghakimi dgn menggunakan dalil", melainkan dgn kearifan mengikuti kultur Budaya agar mudah diterima oleh masyarakat dan tidak terkesan menggurui dan memaksa.

Maka dibuatlah yg disebut PUNAKAWAN dari Maqolah yang artinya Bergegaslah menuju kebaikan, tinggalkan kejelekan. 

Makanya tokoh" Punokawan dinamain SEMAR (Samir), GARENG (Khoirin), PETRUK (Fatruk), BAGONG (Bagho).

Sunan Kalijaga memperkenalkan Rukun Islam pun dgn Wayang. 

Makanya dibuatlah namanya PANDAWA LIMA.

Yg nama Tokoh"nya : 


- Yudhistira / Puntodewo. Dgn senjata pamungkasnya, Jimat Kalimosodo, dari kata KALIMAT SYAHADAT. (Rukun Islam Pertama)


- Werkudoro / Bima, yg ga pernah duduk dan selalu siap dengan kuku Ponconoko nya.

Yg artinya SHALAT harus selalu di tegakkan. 

Kenapa Werkudoro ga pernah berbahasa Krama sm siapa pun? Karna disaat shalat menghadap Allah disitu kita semua derajatnya sama antara si kaya dan si miskin. (Rukun Islam kedua)


- Raden Arjuno, kesatria Pandawa yang paling ganteng dan digandrungi kaum wanita. Tp dia tetap kuat atas godaan" wanita. 

Seperti orang berPUASA, kita harus kuat Menahan Godaan Hawa Nafsu. (Rukun Islam ketiga)


- Nakulo & Sadewo. Mereka adalah tokoh yg jarang muncul, sebagaimana ZAKAT & HAJI yg hanya diwajibkan bagi orang-orang yang mampu. 

Tapi, tanpa Nakulo dan Sadewo, Pandawa akan rapuh dan hancur. Begitu pula umat Islam, klw ga ada para Hartawan yang sanggup membayar Zakat dan menunaikan Haji, fakir miskin akan terancam oleh kekafiran dan pemurtadan.

Kesenjangan antara orang kaya & orang miskin ga akan tercapai. (Rukun Islam ke Empat & Lima)

Post a Comment for "Makna dan Arti Wayang "